Rabu, 16 September 2015

Berita Tekno Bolehkah Mobil Matic Didorong atau Diderek?

Berita Tekno Bolehkah Mobil Matic Didorong atau Diderek?

sumber berita Bolehkah Mobil Matic Didorong atau Diderek? : http://teknologi.inilah.com/read/detail/2238097/bolehkah-mobil-matic-didorong-atau-diderek

ADA mitos di kalangan pengendara mobil dengan transmisi otomatis atau kerap disebut mobil matic, jika mengalami mogok jangan didorong atau diderek.

Mitos itu muncul karena mendorong atau menderek mobil matic yang mogok dapat merusak sistem transmisi akibat pelumasan komponen yang tidak maksimal. Hal ini dapat dimaklumkan karena mobil matic memang mengandalkan pelumas hidrolis yang baru bekerja saat mobil menyala.

Namun pemahaman tersebut tidak sepenuhnya benar. Selama mobil didorong atau diderek dalam jarak dekat, maksmimal 15 km, tidak akan berpengaruh bagi komponen di dalam mobil matic. Asalkan, posisi tuas transmisi ada di posisi netral (N).

Meski demikian, jika kendaraan didorong ataupun diderek dalam jarak jauh, tentu berisiko terhadap komponen kendaraan, seperti planetary gear dan converter torque. Kedua komponen ini bisa mengalami keausan jika kendaraan ditarik ataupun didorong dalam jarak jauh.

Sebab, saat kendaraan didorong atau diderek dengan posisi seluruh roda menyentuh tanah, roda akan terus berputar. Masalahnya, saat roda berputar, komponen transmisi yang ikut berputar tidak mendapatkan pelumasan dengan baik karena pompa hidrolik baru bekerja menyemburkan oli ke komponen transmisi saat mesin hidup.

Jadi saat mobil matic Anda mengalami mogok, langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengecek kondisi aki. Jika aki kekurangan daya maka bisa ditambah menggunakan jumper.

Karena mobil transmisi otomatis tidak bisa dinyalakan dengan cara didorong kemudian dihentak masuk gigi satu, seperti layaknya mobil bertansmisi manual ketika mengalami mogok.

Tetapi apabila tidak ada jumper dan Anda kesulitan menanganinya, tidak perlu ragu untuk membawa mobil ke bengkel terdekat. Namun jika jarak bengkel cukup jauh dan terpaksa harus diderek, hindari menderek dengan posisi semua roda menyentuh tanah.

Jika memungkinkan, naikkan mobil ke atas mobil derek atau dalam posisi digendong. Dengan begitu, komponen transmisi bisa lebih aman dari potensi kerusakan.

Kalau memang tidak bisa juga, perhatikan posisi roda penggerak mobil Anda. Bagi mobil berpenggerak roda depan, yang diangkat adalah roda depan. Sedangkan jika mobil menggunakan penggerak roda belakang, yang diangkat adalah roda belakang.

Kalaupun terpaksa seluruh roda harus menyentuh tanah, perhatikan kecepatan mobil derek agar tidak lebih dari 30 km/jam.

Nuhun for visit Bolehkah Mobil Matic Didorong atau Diderek?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar