Minggu, 20 September 2015

Berita Tekno Peneliti Prancis Klaim Bikin Sperma, Inggris Ragu

Berita Tekno Peneliti Prancis Klaim Bikin Sperma, Inggris Ragu

sumber berita Peneliti Prancis Klaim Bikin Sperma, Inggris Ragu : http://teknologi.inilah.com/read/detail/2238956/peneliti-prancis-klaim-bikin-sperma-inggris-ragu

INILAHCOM. London -- Sebuah tim peneliti yang dipimpin Philippe Durand, direktur ilmiah start-up bioteknoligi Kallistem, mengklaim berhasil membuat sperma di laboratoirum.

The Independent melaporkan sperma dibuat dari kultur sel yang belum matang dari testis pria subur. Terobosan dipastikan bisa membantu generasi muda yang steril akibat pengobatan kanker dan pria dewasa yang tidak bisa memproduksi sperma.

Sel-sel sperma dibuat di dalam bioreaktor buatan, yang terlihat identik dengan perangkat alami yang memproduksi sperma secara alami. Namun, teknologi ini baru bisa digunakan dua sampai empat tahun lagi.

"Kelak, pria tak subur akan bisa memiliki anak biologis," ujar salah seorang peneliti di pusat penelitian di Lyon, Prancis.

Gagasan membuat sperma buatan muncul dua dekade lalu, tapi peneliti kesulitan menemukan cara memproduksi air mani dalam tabung tes (in vitro). Berkat upaya tak kenal lelah selama bertahun-tahun, peneliti mampu menyelesaikan siklus rumit pembelahan sel dan pembangunan sel germinal di testis pria dewasa untuk menjadi sel sperma matang. Sel sperma itu ternyata berhasil menjadi penyubur telur.

"Kami telah menyelesaikan spermatogenesis, produksi sel sperma matang, in vitro menggunakan bioreaktor," ujar Durand.

"Kami melaukannya dengan tiga spesies berbeda; tikus, monyet, dan manusia. Sesuatu yang belum pernah dilakukan siapa pun," lanjutnya.

Namun, masih menurut Durand, tidak mungkin membahas rincian penelitian. Yang pasti, peneliti telah menghasilkan sperma matang yang berguna secara klinis.

Sperma matang dibuat dengan mengambil biopsi kecil dari testis pria. Kultur sel-sel ini, di dalam bioreaktor, berkembang menjadi seperma matang yang identik dengan sperma produksi alami.

Namun ilmuwan lain meragukan temuan ini, karena sejauh ini belum dipublikasikan di jurnal ilmiah. Setiap temuan yang akan dipublikasikan harus melewati verifikasi.

"Ini klaim berani, tapi saya sayat skeptis," ujar Allan Pacey, dosen andrologi Sheffield University. "Sebelum saya melihat hasil penelitian itu dipublikasikan, saya masih akan meragukannya."

Bukan kali pertama orang mengaku berhasil membuat sperma. Tahun 2009, misalnya, beberapa pakar mengatakan bisa membuat sperma. Studi yang dipimpin Karim Nayernia dari Newcastle University itu dipublikasikan jurnal Stem Cells and Development, tapi ditarik kembali dalam beberapa minggu.

Alasan penarikan, keaslian studi itu diragukan. Nayernia juga menghadapi tuduhan plagiarisme.

Dua tahun kemudian ilmuwan Jepang melakukan terobosan untuk menghasilkan sperma in vitro. Mereka melakukannya dngan menggunakan kultur sel germinal tikus. Mereka berkesimpulan adalah mungkin menggunakan sperma tikus buatan untuk menyuburkan telur tikus betina.

Namun belum ada yang mampu melakukannya pada manusia. Alasannya, siklus perkembangan sperma tikus hanya 30 hari, sedangkan manusia 72 hari.

Nuhun for visit Peneliti Prancis Klaim Bikin Sperma, Inggris Ragu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar