sumber berita Ilmuwan Ciptakan Lensa Mikroskop untuk Smartphone : http://teknologi.inilah.com/read/detail/2224214/ilmuwan-ciptakan-lensa-mikroskop-untuk-smartphone
INILAHCOM, Houston - Para peneliti dari University of Houston, di Texas, AS, telah menciptakan lensa optik murah yang dapat diletakkan pada smartphone untuk memperbesar gambar 120 kali, hanya seharga 3 sen atau sekitar Rp400.
Kepala tim peneliti, Prof Wei-Chuan Shih, mengatakan lensa yang diberi nama Dotlens ini dapat bekerja sebagai mikroskop dengan kemudahan penggunaan dan biaya yang murah.
NationalGeographic melansir, Dotlens dapat menempel langsung ke lensa kamera smartphone, tanpa menggunakan perangkat tambahan, sehingga membuatnya ideal untuk digunakan oleh para siswa di sekolah.
Lensa ini juga bisa digunakan sebagai aplikasi klinis, yang memungkinkan klinik kecil atau terisolasi, untuk berbagi gambar dengan spesialis yang berada di tempat lain, kata Prof Shih.
Dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam Journal of Biomedical Optics, Prof Shih dan tiga mahasiswanya menjelaskan bagaimana mereka menghasilkan lensa dan memeriksa kualitas gambar.
Menurut mereka, lensa ini terbuat dari polydimethylsiloxane (PDMS), sebuah bahan polimer dengan konsistensi madu, dijatuhkan secara tepat pada permukaan yang dipanaskan untuk mengawetkan.
Kelengkungan lensa tergantung pada berapa lama dan berapa suhu PDMS dipanaskan. Lensa yang dihasilkan fleksibel, mirip dengan lensa kontak lunak, meskipun lensa ini lebih tebal dan sedikit lebih kecil.
"Lensa kami dapat mengubah kamera smartphone menjadi mikroskop dengan hanya melampirkan lensa tanpa lampiran pendukung atau mekanisme khusus. Adhesi non-permanen antara PDMS dan kaca memungkinkan lensa untuk dapat dengan mudah terlepas setelah digunakan. Sebuah resolusi pencitraan dari 1 (mikrometer) dengan perbesaran optik 120 kali telah dicapai," tulis mereka.
Lensa ini menempel langsung ke lensa kamera smartphone dan tetap melekat. Para peneliti mengatakan bahwa lensa ini dapat digunakan kembali setelah dilepas.
Untuk penelitian tersebut, mereka menangkap gambar dari folikel kulit rambut histologis manusia dengan smartphone-PDMS dan mikroskop Olympus IX-70.
Pada perbesaran 120 kali, lensa smartphone sebanding dengan mikroskop Olympus pada perbesaran 100 kali. Dan pembesaran digital berbasis perangkat lunak dapat meningkatkan kemampuannya lebih lanjut.
Dengan pekerjaan utamanya di Departemen Teknik Elektro dan Komputer, Prof Shih juga berafiliasi dengan Departemen Teknik Biomedikal dan Departemen Kimia di universitas yang sama.
Tim interdisiplinernya difokuskan pada nanobiophotonic dan nanofluidic, mengejar penemuan dalam pencitraan dan penginderaan, termasuk bekerja untuk meningkatkan diagnosa medis dan keamanan lingkungan.
Salah seorang anggota tim Prof Shih, yakni Yu-Lung Sung, mengatakan awalnya ia menggunakan PDMS untuk membangun perangkat mikrofluida dan saat ia bekerja dengan hotplate lab, menyadari bahan pengawetan pada kontak dengan permukaan yang dipanaskan. Karena didorong rasa penasaran, ia pun memutuskan untuk mencoba membuat lensa.
"Saya meletakkannya di smartphone saya, dan ternyata berhasil," katanya.
Lebih lanjut, para peneliti memperkirakan bahwa lensa ini akan memakan biaya sekitar 3 sen untuk produksi lensa dalam jumlah besar. Sebagai perbandingan, sebuah mikroskop kualitas konvensional untuk penelitian dapat berharga US$ 10.000.
"Sebuah mikroskop jauh lebih fleksibel, tapi tentu saja, jauh lebih mahal," ujar Sung.
Hal pertama yang terpikir dalam pengaplikasian Dotlens adalah untuk pendidikan. Ini akan menjadi cara yang murah dan nyaman bagi siswa untuk melakukan studi lapangan atau di kelas. Karena lensa menempel ke smartphone, sangat mudah untuk berbagi foto melalui email atau pesan teks.
"Dan karena lensa sangat murah, tidak akan terjadi bencana besar jika lensa hilang atau rusak. Lagi pula, hampir setiap orang memiliki smartphone," imbuh Sung.
Untuk saat ini, para peneliti memproduksi Dotlens dengan tangan alias hand made. Namun, untuk memproduksi lensa dalam jumlah besar akan membutuhkan dana. Oleh karenanya, mereka telah meluncurkan kampanye crowdfunding via situs Kickstarter pada Mei lalu.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar